TEMPO.CO, Jakarta - Keberanian untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya dari mantan kekasih membuat Ardina Rasti didaulat menjadi Duta Anti-Kekerasan dari lembaga bantuan hukum dan ormas pembela hak-hak perempuan.
Kepercayaan menjadi duta tersebut membuat Rasti mencoba untuk menyembuhkan trauma dalam dirinya. "Trauma itu berat, jangan dianggap ringan, memberanikan diri untuk tetap berjuang," kata Ardina Rasti di Cafe Planet Hollywood, Senin 3 Juni 2013.
Rasti tidak menyangka kalau dirinya akan mendapatkan kepercayaan menjadi Duta Anti-Kekerasan tersebut. "Alhamdulilah, bisa bilang aku itu korban yang selamat, enggak lebih parah dari sebelumnya dan berani melapor," ujarnya.
Menurut Ardina Rasti, ada lebih dari delapan ribu atau sekitar 90 persen korban kekerasan memilih menutupi masalahnya. Padahal, menurut Ardina Rasti, perempuan harus berani melapor jika ada laki-laki yang melakukan pelecehan.
Ardina Rasti mencoba mengambil sisi positif dari kasus kekerasan yang sempat dialaminya. Tanggung jawabnya sebagai Duta Anti-Kekerasan lewat kepercayaan lembaga hukum, membuatnya menjadikan peran korban KDRT dalam film 'Honeymoon' sebagai sarana memberikan pesan.
"Lewat peran ini, bisa mulai terbuka bahwa banyak orang punya niat baik dalam menjalin hubungan meskipun pasangannya enggak seperti itu. Ada momen di mana kita enggak bisa lagi dikasari dan enggak boleh dibohongi," ungkapnya.
AISHA
Topik terhangat:
Penembakan Tito Kei | Tarif Baru KRL | PKS Vs KPK | Ahmad Fathanah
Berita lainnya:
9 Skenario Kiamat Versi Ilmuwan
3 Menteri Terbaik Ini Bukan dari ParpolÂ
Pendukung Award untuk SBY Mengaku Dibayar US$ 100
http://www.tempo.co/read/news/2013/06/04/219485624/Ardina-Rasti-Jadi-Duta-Anti-Kekerasan