Jakarta - Sejak melahirkan, artis Sigi Wimala perlahan semakin jarang terlihat baik di layar kaca maupun di layar lebar.
Ibu satu anak itu kini lebih memilih sibuk berada di belakang layar sebagai sutradara. Keputusan tersebut diambil karena puterinya, Maxine Sara.
Diakui anaknya yang masih kecil sangat membutuhkan perhatian penuh dari ibu kandungnya. Sikap putar arah ini dilakukan demi kebaikan sang buah hati. Sejak menjadi ibu, dia seperti malas untuk berakting lagi di depan kamera.
"Sejak punya anak, kepikiran main (film) lagi berat. Kalau jalani pekerjaan yang nggak enjoy jadi ada beban," kata Sigi di sela-sela jumpa pers screening film terbarunya "Pintu Harmonika", di Senayan, Jakarta Selatan, Senin (20/5).
Dikatakan, bahwa dirinya sebenarnya kini sudah tidak suka berakting lagi. Ia sadar akan kemampuan aktingnya yang tidak bagus lagi. Sigi pun merasa kasihan pada sutradara yang lelah mengarahkan aktingnya agar terlihat sempurna.
"Jujur, aku enggak suka akting sebenarnya. Kasihan sutradaranya, capek arahin aku," jelasnya.
Walau mengaku tak suka berakting, namun Sigi tetap menyukai bekerja di dunia film. Buktinya, ia beralih profesi menjadi sutradara. Hal ini menjadi bukti kalau dirinya menyukai pekerjaan di dunia film.
"Ketika ditawari menggarap film ini, saya langsung terima karena merasa cocok dengan konsep ceritanya. Saya dan Luna juga pernah bekerjasama pada kompetisi film pendek pada 2010 lalu, sehingga sudah memahami karakter masing-masing," ungkap dia.
Perempuan yang terakhir kali membintangi film "Histeria" pada 2012 lalu itu tidak merasa kesulitan menggarap sebuah film. Sigi pun mengaku nyaman dengan posisinya sebagai sutradara ketimbang menjadi seorang aktris.
"Berat sih harus ninggalin anak, kalau kerja jadi nggak enjoy. Tapi aku ambil keputusan nggak mau setengah-setengah, aku ingin menunjukan ke anak aku, kita perlu kerja sesuatu yang kita sukai. Jujur aku nggak suka akting, I'm bad in acting, kayaknya nggak maksimal, kasihan sutradaranya juga. Aku memutuskan meninggalkan itu, dan melakukan sesuatu," tutur dia.
Ini merupakan film pendek kedua Sigi. Dalam film "Pintu Harmonika," Sigi menggarap cerita berjudul "Pianoâ. Hal itu menceritakan kisah seorang anak yang selalu mencoba menghibur ibunya yang sedang depresi.
http://www.beritasatu.com/seleb/114941-sigi-wimala-pilih-anak-ketimbang-akting.html