Senin, 06 Mei 2013

Beranda » » Konser 2014 Akan Sepi jika Sponsor Rokok Dilarang - Okezone

Konser 2014 Akan Sepi jika Sponsor Rokok Dilarang - Okezone

Edi Hidayat - Okezone
Jum'at, 26 April 2013 11:23 wib

JAKARTA - Bulan madu konser di Indonesia baik itu konser tunggal maupun dalam konsep festival beberapa tahun ini bisa berubah jadi musim gugur jika Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan berlaku efektif pada 2014.

Hal itu tentu saja tak bisa diterima oleh pelaku industri yang mengandalkan sajian hiburan dalam bentuk konser. Mereka menggugat pengesahan Peraturan Pemerintah tersebut karena akan berimbas perusahaan rokok dilarang memberikan sponsor kepada konser musik.

Dalam sebuah diskusi yang digelar di Rolling Stone Café, Kemang, pada 24 April 2013 lalu. Para pelaku industri memberikan pandanganya terkait pasal-pasal dalam PP 109 Tahun2012.

Dewi Gontha yang membidani Java Festival Production sebagai penyelenggara Java Jazz Festival dan Java Rockinland mengatakan bahwa pada tahun 2014 nanti, pihaknya belum mendapatkan persetujuan sponsorship dari perusahaan rokok karena masih menunggu PP tersebut akan berlaku efektif pada tahun 2014.

“Tahun ini penyelenggaraan Java Jazz memang mendapatkan dukungan yang sangat besar dari industri rokok. 40% kebutuhan dana penyelenggaraan acara tersebut disupport dari industri rokok, dan selebihnya ditutup oleh sponsor lain. Dan dana dari pihak sponsor tersebut juga kami gunakan untuk mensubsidi para pengunjung. Sehingga pengunjung dapat menjangkau harga tiket dan mendapatkan hiburan yang berkualitas internasional.”

Ia mengungkapkan, selama ini sponsor rokok selalu menjadi sponsor utama konser. Ada juga industri telekomunikasi dan perbankan ikutan jadi sponsor. Namun, porsinya sedikit.

"Jika sponsor rokok dibatasi, sponsor perbankan dan telekomunikasi belum tentu bisa menutup kebutuhan pagelaran," keluhnya.

Dewi khawatir jika PP ini berlaku, karena konser musik sebagai komunikasi budaya antar bangsa-bangsa di dunia akan berdampak juga pada promosi wisata Indonesia ke berbagai belahan dunia.

"Para bintang yang datang bisa melihat fakta Indonesia bukan melulu teroris, bencana, dan korupsi," katanya, Ia juga merasa dukungan pemerintah tidak full terhadap penyelenggaraan konser, "Pemerintah mendukung kami, tapi tidak sebanding."

Dedengkot promotor musik rock, Log Zhelebour juga menyampaikan kekecewaannya, “Harusnya pemerintah kalau mau buat peraturan ya buat yang adil. Jangan membunuh seperti ini. Kalau kita baca dalam peraturan tersebut, akan sangat aneh. Misalnya di pasal 38, tidak boleh memberikan sponsor dengan menampilkan brand produknya. Ini kan aneh. Mana mau ada perusahaan mau memberikan sponsor kalau brand produknya tidak diperlihatkan. Ini kan membunuh industri musik di Indonesia.”

Diskusi juga dihadiri pengamat musik senior Denny Sakrie dan awak media. Tak kurang 8.000 orang mendukung penyelenggaraan musik macam Java Jazz, mulai dari produksi sampai dengan pelaksanaan acara.

Dan jika sponsorship dari perusahaan rokok dilarang, maka akan memiliki imbas yang besar pula bagi ribuan orang yang terlibat dalam pagelaran selama 3 hari tersebut.

Begitu pula dengan pagelaran-pagelaran music serupa yang diselenggarakan diberbagai daerah yang juga banyak didukung oleh industri rokok.

“Bukan hanya EO yang besar saja yang akan mati, tapi juga EO yang kecil yang tersebar didaerah-daerah juga akan mati jika peraturan ini diberlakukan,” ujar Log Zhelebour.

(tre)

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

http://music.okezone.com/read/2013/04/26/386/797954/konser-2014-akan-sepi-jika-sponsor-rokok-dilarang