Saturday, 30 March 2013 10:00 Published Date
Tabanan, GATRAnews - Syaharani, salah satu musisi jazz papan atas di Indonesia, menilai musik genre tersebut bukan hanya milik kalangan kelas atas atau berduit saja. Menurutnya, sudah tidak ada lagi jarak dalam jenis musik tersebut, bahkan jazz lebih underground dibandingkan genre yang lainnya.
"Stigma terhadap musik jazz seperti itu seharusnya sudah tidak ada lagi, sebab perkembangannya seperti genre musik lainnya di Tanah Air," katanya menjelang perhelatan "Nirwana Bali Jazz Series" ke-2, Jum`at (29/3).
Musik jazz ini dikembangkan lebih independen di Tanah Air, namun ada sedikit yang membedakan dibandingkan musik indie lainnya yakni para musisinya lebih mengembangkan melalui berbagai cara dan pendekatan. "Saya kira musik jazz semakin berkembang sehingga muncul aliran baru dari genre tersebut," katanya, seperti dilansir Antara.
Biduanita asal Malang ini mengatakan, ke depannya musik tersebut akan semakin diterima masyakarat di Tanah Air dan tidak bisa dikotak-kotakan.
Hal senada disampaikan Idang Rasjidi, musisi jazz kawakan di negeri ini. Dia menuturkan, perkembangan musik jenis itu sudah menyebar sampai ke pelosok di Indonesia. "Sejak 1977, saya memberikan workshop kepada berbagai kalangan masyarakat di kampung-kampung terpencil di Tanah Air, mulai dari Lampung, Palembang, Medan, dan Yogyakarta," katanya.
Semuanya peserta tampak antusias dan dalam jumlah cukup banyak walaupun tempat pelaksanaan sangatlah sederhana. "Jarang musisi jenis musik lain yang menggelar kegiatan seperti itu, saya telah rutin memberikannya dan ternyata memberikan manfaat yang cukup baik," ujarnya. (EL)Â
Berita Lainnya :
http://www.gatra.com/entertainment/musik/27174-musik-jazz-hanya-milik-kalangan-atas.html